Jembatan tersebut diketahui merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Kecamatan Kandis dengan Kecamatan Rantau Alai hingga jalur menuju Kayu Agung, Kabupaten OKI. Putusnya jembatan ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Sebagai langkah darurat, warga bersama aparat turut bergotong royong membuat jembatan sementara dari bambu, agar akses masyarakat tetap bisa digunakan meskipun dengan keterbatasan.
Pihak kepolisian juga menyampaikan himbauan tegas kepada masyarakat, antara lain:
Tidak mendekati atau melintas di bagian jembatan yang roboh.
Mengutamakan keselamatan saat menggunakan jembatan darurat.
Menghindari aktivitas di sekitar sungai saat debit air meningkat.
Segera melapor jika ditemukan potensi bahaya lainnya.
Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan antara Polsek Rantau Alai, pemerintah kecamatan, dan BPBD Kabupaten Ogan Ilir guna percepatan penanganan serta solusi permanen terhadap akses yang terputus.













