Menanggapi eskalasi tersebut, aparat kepolisian melakukan tahapan pengendalian massa secara bertingkat, mulai dari Dalmas awal, Dalmas lanjut, hingga pengerahan Pasukan Huru-Hara (PHH) Brimob. Kendaraan taktis turut diterjunkan untuk mengurai massa, hingga akhirnya situasi berhasil dikendalikan dan massa dibubarkan.
Kapolres Ogan Ilir menyampaikan bahwa latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapan personel, sarana prasarana, serta penerapan SOP dalam menghadapi situasi nyata di lapangan.
“Melalui latihan Sispamkota ini, kita memastikan seluruh personel memahami peran dan prosedur dalam penanganan aksi massa, sehingga dapat bertindak secara profesional, humanis, dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergitas antara Polri dengan seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Ogan Ilir.
Usai simulasi, kegiatan dilanjutkan dengan patroli skala besar sebagai bentuk kesiapsiagaan serta upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.













