Perawatan tanaman dilakukan secara intensif melalui pemupukan menggunakan pupuk NPK Phonska, Urea, KCL, serta pupuk kandang. Selain itu, dilakukan penyemprotan sebanyak sembilan kali untuk mengendalikan gulma dan hama tanaman sehingga pertumbuhan jagung dapat berlangsung maksimal hingga masa panen.
Setelah memasuki usia tanam sekitar 110 hari, jagung dinyatakan siap dipanen. Dari lahan seluas satu hektare tersebut, kelompok tani berhasil memperoleh hasil panen sekitar lebih dari dua ton jagung.
Kapolsek Tanjung Batu AKP Suparna P. Utomo mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah guna meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui sinergi antara Polsek, pemerintah desa, kelompok tani, dan penyuluh pertanian, diharapkan program ketahanan pangan ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” ujarnya.













