Setelah melalui masa tanam sekitar 110 hari, jagung berhasil dipanen dengan hasil mencapai lebih kurang 4 ton. Hasil tersebut menjadi bukti keberhasilan sinergi antara Polri, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mengelola lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan.
AKP Suparna P. Utomo menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Polsek Tanjung Batu, Pemerintah Desa, kelompok tani, dan penyuluh pertanian guna mewujudkan ketahanan pangan yang kuat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan panen, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan panen diperkirakan akan selesai dalam satu hari dengan tetap melibatkan seluruh unsur terkait guna memastikan hasil panen dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat.
Humas res oi













