Menurut Kapolres, kehadiran Polri bersama mahasiswa di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan membangun kesadaran bersama. Dengan edukasi yang dilakukan secara langsung, diharapkan masyarakat semakin memahami langkah-langkah pencegahan serta cepat bertindak apabila menemukan potensi kebakaran.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir Iptu Mansyur, A.Md., Kep., S.H., mengatakan bahwa kegiatan edukasi merupakan langkah preventif yang terus dilakukan Polres Ogan Ilir dalam menghadapi ancaman Karhutla.
“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa Karhutla dapat dicegah apabila seluruh elemen masyarakat peduli dan bergerak bersama. Jangan membakar lahan, dan segera laporkan jika melihat titik api agar dapat ditangani sedini mungkin,” kata Iptu Mansyur.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Polri, mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, pencegahan yang dilakukan sejak dini jauh lebih baik daripada menunggu api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.












