“Kita harus siap bergerak kapan pun dibutuhkan. Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai api sudah meluas baru kita bergerak. Kecepatan dan kesiapsiagaan menjadi kunci dalam mencegah karhutla semakin meluas,” tegas Kapolres.
Usai memimpin apel, Kapolres Ogan Ilir bersama para PJU dan personel kemudian melaksanakan patroli serta pemantauan wilayah rawan karhutla. Untuk memastikan pemantauan lebih optimal dan mempercepat respons apabila ditemukan titik api, rute patroli dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Indralaya Induk, Indralaya Utara dan Indralaya Selatan.
Dalam kegiatan patroli tersebut, Polres Ogan Ilir melibatkan sebanyak 124 personel. Seluruh personel selanjutnya dibagi menjadi dua regu sesuai dengan jadwal siaga (standby) masing-masing regu, sehingga kesiapan personel tetap terjaga dan respons terhadap informasi karhutla dapat dilakukan secara cepat.
Pembagian personel dan rute tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pemantauan terhadap kawasan yang berpotensi terjadi karhutla. Personel diarahkan untuk memperhatikan kondisi lahan, keberadaan asap maupun indikasi titik api serta aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.













