Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota Satkamling yang telah menjadi ujung tombak pelayanan dan deteksi dini di tingkat lingkungan. Ia menegaskan bahwa rasa aman yang tercipta di Bumi Sriwijaya saat ini merupakan hasil kerja berjenjang, mulai dari sinergi masyarakat, perangkat desa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Polres, hingga tingkat Polda.
”Keamanan bukan hanya milik Polri. Keamanan adalah milik kita bersama dan hak kita semua. Karena apabila kondisi tidak aman, masyarakat tidak dapat beribadah, bekerja, dan belajar dengan baik,” ungkap Kapolda Sumsel.
Lebih lanjut, ia menyoroti filosofi rompi Satkamling bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” yang memuat angka 24/7. Angka tersebut menjadi simbol ikhtiar bahwa kesiapsiagaan menjaga warga berjalan tanpa henti selama 24 jam dalam seminggu.
Dalam menghadapi tantangan era modern, Kapolda mendorong optimalisasi infrastruktur digital, seperti penggunaan layanan Call Center 110 yang gratis dan cepat tanggap, serta instalasi CCTV untuk pengawasan lingkungan. Kendati demikian, ia mengingatkan sebuah prinsip mendasar bahwa secanggih apa pun teknologi, nilai sosial kemasyarakatan tidak boleh luntur.













