“Kami siap mengamankan kegiatan rekan-rekan buruh. Harapan kami, pelaksanaan May Day nanti dapat berjalan aman, tertib, dan tidak anarkis,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi, perwakilan serikat buruh menyampaikan sejumlah rencana dan aspirasi, di antaranya rencana aksi May Day di Pemkab Ogan Ilir dengan estimasi massa sekitar 250 orang. Selain itu, disampaikan pula berbagai persoalan ketenagakerjaan, seperti potensi PHK di salah satu perusahaan serta kendala dalam penerapan kenaikan upah minimum.
Serikat buruh juga menyoroti belum terbentuknya Dewan Pengupahan di Kabupaten Ogan Ilir, yang diharapkan segera direalisasikan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Tenaga Kerja.
Perwakilan serikat buruh turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Ogan Ilir atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Ogan Ilir yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Melalui ngopi bareng ini, kami bisa menyampaikan langsung aspirasi dan permasalahan yang kami hadapi. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkap salah satu perwakilan buruh.













