Dalam forum diskusi tersebut, para narasumber dari internal Polri maupun eksternal menyampaikan berbagai gagasan dan strategi penanganan Karhutla, mulai dari upaya deteksi dini hotspot, patroli terpadu, edukasi masyarakat, penguatan penegakan hukum, hingga penguatan kolaborasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat.
Kabag Ops Polres Ogan Ilir AKP Alias Suganda, S.H., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini sangat penting sebagai sarana memperkuat sinergitas antarinstansi dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di wilayah Sumatera Selatan yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
“Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh stakeholder dapat meningkatkan koordinasi dan langkah pencegahan sejak dini guna meminimalisir terjadinya Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Ilir,” ujarnya.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dibahas pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla, mengingat sebagian besar kebakaran masih disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar.













