Napak Tilas Perjuangan Polisi Pejuang, Kapolda Sumsel Anjangsana ke Keluarga AKBP Agoestjik Bakri

Almarhum AKBP Agoestjik Bakri lahir pada 17 Agustus 1917 dan wafat pada 13 Oktober 1986. Dalam catatan sejarah perjuangan di Sumatera Selatan, beliau turut mengangkat senjata dan memimpin perlawanan bersama laskar, tentara, dan rakyat dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari Lima Malam pada 1–5 Januari 1947.

Kawasan Makrayu dan Talang Kerangga menjadi salah satu sektor pertahanan penting dalam perjuangan tersebut. Almarhum juga pernah bertugas dan bergerilya di Lubuklinggau yang pada masa itu menjadi pusat Karesidenan Palembang sekaligus basis militer Subkoss Sumatera Selatan.

Di tengah perjuangan menghadapi agresi Belanda pada 30 Desember 1948, putra sulungnya, almarhum Kombes Pol. Drs. Harab Zafrullah, lahir dan kemudian mengikuti jejak pengabdian kepolisian melalui Akpol 1973. Rangkaian sejarah tersebut menjadi bagian dari estafet pengabdian yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Kegiatan anjangsana ini sekaligus menegaskan bahwa perjuangan anggota kepolisian pada masa lalu tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan kedaulatan bangsa. Nilai keberanian, pengorbanan, loyalitas, dan kecintaan kepada Tanah Air tersebut menjadi warisan moral yang terus relevan dalam pelaksanaan tugas Polri saat ini.

Baca Juga :   Pimpin Apel Perdana Wakapolres Ogan Ilir Kompol G.A. Sakul, S.I.K. Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *