Namun di balik sifatnya yang sederhana, almarhum memiliki semangat juang yang luar biasa, terutama dalam tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Indralaya dan sekitarnya. Di tengah hamparan lahan gambut yang rawan terbakar, Hans menjadi salah satu personel yang paling aktif turun langsung ke lapangan bersama tim gabungan yang terdiri dari Polri, BPBD, dan Manggala Agni.
Bagi rekan-rekannya, Hans bukan sekadar anggota Polri. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak pernah mundur ketika berhadapan dengan kobaran api. Bersama timnya, ia rela berjalan berkilo-kilometer menembus semak, hutan, dan lahan gambut untuk mencapai titik api yang sulit dijangkau. Baik siang maupun malam, dalam kondisi panas, berasap, bahkan minim akses, Hans tetap berdiri di garis depan demi memastikan api dapat dipadamkan dan tidak mengancam masyarakat.
Karena dedikasi dan kemampuannya tersebut, di kalangan personel Polres Ogan Ilir, almarhum dikenal dengan julukan “Sang Avatar (Pengendali Api)”. Julukan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan dari rekan-rekannya atas pengabdian luar biasa yang ditunjukkannya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sosok Hans seakan telah menyatu dengan tugas-tugas pemadaman api. Setiap kali terjadi karhutla, namanya hampir selalu menjadi bagian dari tim terdepan yang bergerak menuju lokasi kejadian.













