Sementara itu, dalam khotbahnya, Dr. KH. Faisal Abdullah mengajak seluruh jemaah melakukan muhasabah, memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kekhilafan.
Kemarau yang dirasakan saat ini, menurutnya, menjadi momentum bagi umat untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, meninggalkan perbuatan yang tidak baik, serta memperbanyak amal dan doa.
Usai pelaksanaan Salat Istisqa dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial Polres Ogan Ilir kepada anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Mawar Putih Indralaya.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau, yang juga diiringi dengan langkah nyata kepolisian dalam mengantisipasi dampak kekeringan dan karhutla.
«“Kita tidak hanya berikhtiar melalui upaya pencegahan di lapangan, tetapi juga memohon pertolongan kepada Allah SWT. Semoga hujan segera turun, membawa keberkahan bagi masyarakat, dan kita semua dijauhkan dari musibah serta karhutla,” ujar AKBP Rizka.»













