Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa paradigma keberhasilan Polri saat ini tidak lagi hanya diukur dari tingginya angka pengungkapan tindak pidana, melainkan juga dari kemampuan mencegah terjadinya kejahatan melalui penguatan fungsi preemtif dan preventif, optimalisasi deteksi dini, serta pemanfaatan data dan digitalisasi sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan terukur.
“Mengungkap kejahatan adalah prestasi, namun mencegahnya terjadi adalah kemuliaan sejati. Oleh karena itu seluruh jajaran harus memperkuat fungsi preemtif dan preventif, mengoptimalkan deteksi dini, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi tindak pidana,” tegas Kapolda Sumsel.
Selain membahas perkembangan situasi kamtibmas, forum ini juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai program prioritas, di antaranya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Program Ketahanan Pangan, pembangunan Jembatan Merah Putih, Program Belida (Bersih Lingkungan dan Asri), serta optimalisasi publikasi kegiatan kepolisian melalui SPIT Media Hub dan Polri TV sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.













