Menurut Iptu Rangga Saputra, kegiatan monitoring tidak hanya sebatas mengecek kondisi tanaman, namun juga sebagai bentuk pendampingan kepada para petani agar hasil panen lebih optimal. Pihaknya ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah benar-benar berjalan di tingkat desa.
“Polri hadir tidak hanya menjaga Kamtibmas, tetapi juga menjadi penggerak ketahanan pangan. Kami melakukan monitoring, memberikan motivasi dan bersilaturahmi dengan masyarakat petani, agar program ini berkelanjutan,” ujar Iptu Rangga.
Ia menambahkan, jagung pipil dipilih karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan adanya pendampingan dari Bhabinkamtibmas, diharapkan petani semakin semangat dalam mengelola lahan.
Selain monitoring lahan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara Polri dengan masyarakat Desa Tanjung Pering. Kedekatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan warga dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian.













